Minggu, 11 November 2018

Pengalamanku mengikuti lomba vokal solo putra di Festival Binua Landak (FBL) tahun 2018









Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Landak kembali menggelar Festival Binua Landak 2018 mulai Jumat 5 Oktober 2018. Berbagai perlombaan dan pertunjukan seni akan dihelat di Rumah Radakng Aya’, Komplek Stadion Patih Gumantar Ngabang.
Festival Binua Landak, merupakan ajang untuk menyalurkan potensi dan keterampilan masyarakat kabupaten Landak di bidang seni, kerajinan, kuliner dan fashion. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Landak, Yosef, menerangkan kegiatan tahunan itu tak lepas dari masalah budaya. 
Dalam festival tersebut juga akan digelar beberapa lomba. Perlombaannya antara lain Lomba tari daerah, lomba vokal solo lagu daerah, lomba tato, lomba fashion show busana daerah dan lomba olahraga tradisional nyumpit. Lomba-lomba tersebut akan diikuti oleh peserta yang berasal dari dalam dan luar Landak.
Tujuannya tentu untuk mempromosikan budaya dan wisata Landak, kemudian dalam rangka pelestarian budaya, jadi ajang menyalurkan potensi dan keterampilan masyarakat kabupaten Landak di bidang seni, kerajinan, kuliner dan fashion. Lomba tari daerah, solo lagu daerah, lomba tattoo, fashion show, busana daerah dan lomba olahraga tradisional menyumpit.
Sebenarnya ini merupakan ajang yang kedua kali saya ikuti. sebelumnya saya pernah mengikuti festival ini tahun 2015 pada kategori vokal solo putra kategori lagu melayu, dan Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan juara 1 pada kategori tersebut.
kalau untuk tahun 2018 ini, kategorinya berbeda dengan sebelumnya, jadi lagu-lagu yang dilombakan tersebut dijadikan satu seperti lagu melayu dan dayak, dan saya harus bisa menyanyikan kedua genre tersebut untuk mengikuti festival ini.
Perbedaan untuk mengikuti festival ini tahun 2015 dan 2018 adalah ketika tahun 2015 saya masih tinggal di kota Ngabang, kabupaten Landak dan saya baru saja lulus dari SMA, sedangkan 2018 saya sudah menginjak di bangku kuliah dan tinggal di Pontianak dan itu merupakan perjuangan yang luar biasa yang saya alami.
Bayangkan saja, saat ini saya sedang kuliah dan bekerja, pastinya itu menganggu aktivitas dan kegiatan saya sehari-hari, terpaksa saya harus izin kuliah dan bekerja untuk mengikuti itu selama 3 hari.
Pada pagi hari itu saya bersiap-siap pulang ke Ngabang menggunakan motor pribadi , jarak dari Pontianak ke Ngabang sekitar 4-5 jam. Setelah nyampai di ngabang, sorenya saya harus datang untuk mengikuti Technical Meeting.
Sempat minder dan syok, karena di tahun ini pesertanya meningkat dan banyak sekali, dalam hati saya bertanya diri sendiri "Aku bisa gak ya menang? Sumpah ini minder dan pesimis!" tetapi saya tidak boleh pantang menyerah dan harus semangat, karena saya sudah jauh-jauh dari Pontianak dan rela izin kerja dan kuliah demi mengikuti festival ini. Setelah mengikuti technical meeting dan mengambil nada saya pulang. setibanya dirumah saya  langsung latihan sekuat tenaga untuk mengikuti babak penyisihan besok
Perlu diketahui, untuk peserta pria saja yang ikut sebanyak 40 orang, dan untuk babak final hanya diambil 8 orang. wow... makin shock  !!!
Keesokan paginya saya  mengikuti babak penyisihan, dimulai dari pagi hari sampai sore.. saya mendapatkan urutan yang  cukup terakhir jadi tampilnya itu sore, dan itu capek sekali menunggunya.
Saat nomor undian saya dipanggil, saya menaiki panggung dan menampilkan yang terbaik, dan saya berharap dapat menampilkan sesuai dengan ekspetasi saya.
Tiba saatnya pengumuman, dan Alhamdulillah saya masuk di nominasi babak final (8 besar) dan saya sangat bersyukur itu, tidak menyangka saya bisa masu di babak final tersebut.
Keesokan malamnya saya tampil lagi untuk menentukan juaranya. dan malam itu juga semakin dekat untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemenangnya. Saya harus optimis harus menampilkan yang terbaik dan membawa piala dirumah.
pada Saat nomor Undian saya dipanggil, saya maju kedepan panggung dan selalu berdoa dan memohon restu sama Allah Swt. dan orang tua saya supaya saya bisa menampilkan yang terbaik dan pastinya membanggakan orang tua saya, keluarga saya, teman saya, dll
ketika saya sudah selesai menyanyi, perlu beberapa waktu untuk juri berunding menentukan pemenangnya.
Saat juri sudah menentukan pengumuman dan pemenangnya, tiba saatnya hal yang mendebarkan, dan Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menang lagi di Festival itu dan meraih juara 1 lagi. jujur pada saat itu saya sedikit terharu bisa meraih juara 1 lagi, dan ini semua berkat perjuangan saya dan proses usaha saya yang tidak sia-sia.
Terima kasih ya Allah engkau telah mengabulkan permintaan doaku dan merestui semua keinginanku.